vaksin
vaksin (ilustrasi)

bumn.go.id – PT Bio Farma (Persero) menanda tangani kesepakatan kerjasama (MoU) dengan lembaga penelitian asal Tunisia pada tanggal 6 Mei 2014 yang lalu di kantor Bio Farma Bandung. Kesepakatan antar dua Negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Negara – Negara Islam (OIC) merupakan tindak lanjut dari pertemuan OIC di Dubai pada tahun 2013 yang lalu, dimana dalam pertemuan tersebut disepakati akan diadakan kerjasama antara anggota negara OIC, untuk membuat vaksin secara mandiri dan juga riset – riset vaksin untuk menemukan vaksin baru.
Dalam nota kesepahaman yang di tanda tangani oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Iskandar dan Senior Manager Pasteur Institute of Tunis Prof Louzir, dan disaksikan oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Republik Indonesia Maura Linda Sitanggang, serta Duta Besar dari kedua Negara, Bio Farma akan membantu Pasteur Institute of Tunis dalam hal penyediaan tenaga ahli, transfer teknologi dan produk setengah jadi (bulk)khususnya untuk pembuatan produk vaksin yang memenuhi program imunisasi dasar seperti BCG, DTP, Polio, Campak dan Hepatitis B. Dan dari pihak Pasteur Institute of Tunis akan bersinergi kaitan dalam riset untuk penemuan vaksin baru.
Menurut Corporate Secretary Bio Farma, Rahman Roestan, kerjasama ini dilatar belakangi oleh keinginan negara – negara OIC yang ingin memproduksi vaksin secara mandiri, karena dari 57 negara anggota OIC baru Indonesia yang sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin secara mandiri dari hulu ke hilir, “Dari 57 negara anggota OIC, memang sudah ada sekitar sembilan negara (termasuk Indonesia) yang sudah memiliki produsen vaksin, namun baru Indonesia yang memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin dari hulu sampai ke hilir secara mandiri dan sudah tersertifikasi WHO” ungkap Rahman. Rahman menambahkan, selain Negara Tunisia, Negara anggota OIC lain yang sudah bekerjasama dengan Bio Farma untuk membuat vaksin adalah Arabio, Pasteur Institute of Iran dan Tunisia. Untuk Negara diluar keanggotaan OIC, ada Negara India dan Thailand yang sudah melakukan transfer teknologi dari Bio Farma. (sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here