generikKementerian Kesehatan menjamin walaupun untuk  program  Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  menggunakan obat generik dibandingkan obat bermerk, kemanjurannya tidak kalah.
Harga obat generik bisa jauh lebih murah, karena tidak membutuhkan biaya promosi seperti halnya obat bermerek.
“Obat generik menggunakan nama zat aktif obatnya, misalnya statin untuk menurunkan gula darah. Obat bermerek menggunakan nama dagang yang perlu dipromosikan, sehinggga harganya  jauh di atas obat generik,” kata Maura Linda. Sitanggang, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Linda mengatakan baik obat generik maupun bermerk  adalah  obat copy dari obat paten (originator), sehingga tidak berbeda dalam hal zat aktif, indikasi, dan bentuk sediaan.
Sebelum dipasarkan, setiap obat generik, baik yang berlogo maupun bermerek, harus melalui uji bioekivalensi. Sehingga zat aktif obat dan khasiatnya dapat dipastikan sama dengan originatornya.
“Untuk penyakit-penyakit kronis yang membutuhkan obat seumur hidup seperti diabetes atau tekanan darah tinggi akan sangat rugi jika konsumen menggunakan obat bermerek, sementara obat generik  hadir dengan harga yang lebih murah,” katanya. (sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here