Puncak Hari Kesehatan Nasional Ke-54

64

JAKARTA-Minggu, 18 November 2018

“Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan festival gizi seimbang dan festival kuliner. Melalui puncak HKN ini diharapkan pemahaman masyarakat akan kesehatan bisa bertambah dan kualitas kesehatan warga Indonesia menjadi semakin baik.”

Akhir rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 tahun 2018, Kementerian Kesehatan RI menggelar acara puncak di Lapangan Parkiran Timur Gelora Bungkarno-Senayan, Jakarta, Minggu (18/11 meliputi Jalan Sehat bersama Menkes RI, Senam bersama, talkshow dan pemecahan rekor MURI makan bersama ala isi piringku.

“Puncak peringatan HKN tahun ini telah melibatkan seluruh keluarga besar Kementerian Kesehatan, UPT, rumah sakit vertikal, organisasi masyarakat serta keluarga besar sektor kesehatan dengan mengusung pesan penguatan germas melalui aktifitas fisik, konsumsi gizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut sekaligus momentum mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan pola hidup sehat. ” ungkap Ketua Panitia HKN 2018, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, dr Kirana Pritasari MQIH.

HKN tahun 2018 telah diawali dengan berbagai kegiatan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat provinsi dan kabupaten/kota diantaranya seminar, simposium, pameran kesehatan, pemberian penghargaan prestasi bidang kesehatan, berbagai pertandingan olahraga dan hiburan serta kegiatan lain.

Pagi itu, peringatan HKN dimulai dengan jalan sehat bersama para pejabat Kemenkes, dan senam low impact bersama Menkes Nila Moeloek, dilanjutkan pemotongan tumpeng, talkshow, demo masak serta puncaknya, pemecahan rekor MURI isi piringku. Panitia telah menyiapkan 40 tenda peserta festival kuliner, serta tenda untuk berjualan sayur buah dan ikan. Selain itu, ada pula talkshow “Isi Piringku.”

Kemenkes terus berupaya memberikan pemahaman terkait gizi kepada masyarakat pasa setiap kesempatan, salah satunya melalui talkshow “Isi Piringku.” Selain talkshow, masyarakat juga diberi pemahaman gizi melalui demo masak bertema “Isi Piringku.” Pada saat itu akan dilanjutkan dengan diskusi dengan Menkes sehingga memberi keleluasaan kepada masyarakat untuk memperdalam pengetahuan tentang gizi. Dalam satu porsi sajian, sayur-sayuran dan buah-buahan hendaknya memiliki porsi separuh bagian piring setiap makan. Sementara itu, separuh bagian piring lainnya diisi dengan makanan pokok sumber karbohidrat dan lauk-pauk yang banyak mengandung protein.

Sebanyak 3.284 orang yang ikut acara makan bersama sesuai Isi Piringku. Porsi Isi Piringku yang dianjurkan Kemenkes adalah 2/3 piring diisi karbohidrat, 2/3 sayuran, 1/3 buah-buahan, dan 1/3 protein. Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengharapkan, dengan digelarnya makan bersama yang diikuti ribuan orang ini dapat meningkatkan pemahaman tentang porsi makan yang ideal. Dia menyebut, langkah menuju sehat itu salah satunya bisa dimulai dengan Isi Piringku.

“Isi piringku itu, setengahnya adalah karbohidrat dan protein, (takarannya) kurang lebih 2/3 karbohidrat dan 1/3 protein. Setengahnya lagi, 1/3 buah dan 2/3 nya sayur,” Menurut Menkes, ternyata rata-rata orang Indonesia kurang suka makan sayur dan buah, hanya beberapa persen saja, padahal negeri ini kayanya luar biasa. “Protein kita, bukan hanya daging sapi, tapi juga ikan. Nggak usah ikan laut, ikan air tawar pun bisa,” kata Menkes.

“Mulai dari kita itu, artinya kami meminta betul kesadaran kesehatan dari masyarakat Indonesia. Kita tidak akan menjadi bangsa yang kuat, tanpa dimulai dari kita sehat lebih dahulu,” ujarnya. Interpretasi dari tema HKN ke-54 “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Diri Sendiri” bisa dimaknai bahwa sehat dimulai dari Isi Piringku, yakni apa yang dimakan sehari-hari. “Kita bisa mendapatkan kesehatan dimulai dari apa yang kita makan ”, “Kita harapkan seluruh masyarakat Indonesia tahu dengan isi piringku untuk kita wujudkan bangsa Indonesia sehat, kuat, dan berdaya saing,” ucap Menkes.

CEO dan Penggagas MURI Jaya Suprana mengatakan, dirinya untuk kesekian kalinya menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada Menkes atas perjuangannya dalam meningkatkan kesehatan warga Indonesia.

“Masalah kesehatan langsung terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Saya lihat ibu (Menkes) selalu gigih dan fokus meningkatkan kesehatan,” kata Jaya Suprana.

Jaya Suprana menilai, gerakan makan sesuai porsi Isi Piringku merupakan hal yang baik sekali. Itu yang menjadi alasan dirinya memberikan piagam Rekor MURI kepada Menkes. “Gerakan ini (makan sesuai Isi Piringku) bagus sekali, maka MURI menganugerahkan piagam penghargaan Rekor Dunia. Karena saya belum dengar gerakan Isi Piringku di negara lain,” kata Jaya.

 

Selain hidup sehat, upaya mengarah kepada pencegahan sebaiknya dilakukan dengan melakukan cek kesehatan secara berkala. Menkes menyatakan bahwa Kemenkes baru saja selesai melakukan riset kesehatan dasar 2018, dan hasilnya cukup menyedihkan.
Saat ini Indonesia tengah menghadapi beban ganda masalah gizi. Di satu sisi kita menghadapi masalah gizi kurang, pendek/stunting, dan kurus, di sisi lain kita juga dihadapkan pada masalah obesitas.

“Diabetes meningkat dari 6 persen jadi 8 lebih. Artinya orang Indonesia banyak sakit kencing manis sekarang. Kencing manis itu emaknya penyakit. Bisa jadi gagal ginjal, stroke dan sebagainya. Darah tinggi juga meningkat dari 25 persen menjadi 34 persen. Tolong kita semua sehat, dan saya titip setiap diri kita, tolong beritahu keluarga, tetangga, teman, kita harus hidup sehat,” kata Menkes.

Menurut Menkes, gerakan masyarakat hidup sehat (germas) bukan hanya tanggungjawab kementerian kesehatan saja, tapi seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait. Dalam rangkaian kegiatan Puncak HKN ini dimeriahkan oleh berbagai aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan dan langsung melibatkan masyarakat. Sehingga, momentum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran untuk selalu berperilaku hidup sehat.

#kemenkesRI #farmalkesRI #isipiringku