Dalam rangka percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 bagi lansia, maka akan dilaksanakan Gebyar Vaksinasi Lansia (GVL) di seluruh Indonesia selama 2 minggu yang akan diadakan 17-29 Mei 2021, sekaligus merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tahun 2021.

Pelaksanaan Gebyar Vaksinasi Lansia secara garis besar dilakukan dengan pentahapan:

  1. Perencanaan dan Persiapan, dimana dilakukan advokasi dan sosialiasi ke pemerintah daerah dan lintas program maupun lintas terkait. Selain itu dilakukan koordinasi dan penyiapan logistik.
  2. Pelaksanaan, dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 17-29 Mei 2021 dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). 
  3. Evaluasi, merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan suatu program mulai dari memonitoring/memastikan kesiapan logistik vaksinasi, sasaran lansia yang ditetapkan, mekanisme dan sistem pelaksanaan vaksinasi di daerah, mengevaluasi kendala dan solusi pengatasannya, yang dilakukan sebagai best practice pelaksanaan program berikutnya, serta mengevaluasi capaian vaksinasi dan KIPI.
Baca juga:
Triple-Helix Key-Factors Menuju Sukses Vaksinasi Covid-19

Sebagai rangkaian awal dari kegiatan GVL, Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Webinar “Sosialisasi Gebyar Vaksinasi Lansia (GVL)” dengan salah satu agendanya yaitu sesi berbagi pengalaman praktek terbaik dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada lansia serta sosialisasi kepada wilayah binaan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan yang dilakukan pada 7 Mei 2021.

Sosialisasi dihadiri oleh seluruh wilayah binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan yakni Provinsi Kepulauan Riau, Bengkulu, D.I. Yogyakarta, Bali dan Kalimantan Utara serta lintas program di lingkungan Kementerian Kesehatan. Sesi berbagi pengalaman untuk mendukung keberhasilan vaksinasi Covid-19 pada lansia disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur.

Baca juga:
Indonesia Waspadai Penyebaran Varian Baru COVID-19

Lansia merupakan bagian dari populasi masyarakat yang beresiko tinggi terkena infeksi Covid-19, dengan tingkat mortalitas yang tinggi bila terinfeksi. Upaya vaksinasi perlu diutamakan bagi populasi ini, sehingga dapat menghindarkan mereka dari resiko terinfeksi ataupun derajat keparahan yang lebih tinggi apabila terpapar. Walaupun demikian, capaian vaksinasi pada lansia masih sangat rendah. Bedasarkan data dashboard KPC PEN per 5 Mei 2021, pemanfaatan dosis pertama sebesar 2.631.027 (12,21%) dan dosis kedua sebesar 1.632.357 (7,57%) pada rata-rata tingkat nasional.

Capaian vaksinasi lansia di lingkup wilayah binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan rata-rata penggunaannya masih di bawah 30%. Provinsi D.I. Yogyakarta memimpin cakupan vaksinasi lansia sebesar 36% (dosis pertama), diikuti Bali, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Bengkulu. Namun jika dilihat dalam peringkat nasional pelaksanaan vaksinasi lansia sebagian besar wilayah binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan berada di 10 besar pelaksanaan vaksinasi lansia. drg. Arianti Anaya, MKM selaku Plt. Dirjen Farmalkes pada kesempatan ini berpesan untuk seluruh wilayah binaan Ditjen Farmalkes agar dapat memberikan dukungan dalam menyukseskan kegiatan Gebyar Vaksinasi Lansia, serta berkoordinasi dengan stake holder terkait dan Kemenkes untuk pelaksanaan Gebyar Vaksinasi Lansia sehingga dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi serta meningkatkan cakupan vaksinasi di wilayah binaan.