Dalam rangka mewujudkan resiliensi (ketahanan) dan kemandirian Industri kefarmasian dan alat kesehatan di Indonesia, perusahaan nasional PT. Oneject Indonesia (Oneject) mendapat kontrak ekspor alat suntik sekali pakai (auto disable syiringe/ADS) sebanyak 850 juta unit hingga tahun 2022. Ekspor akan dilakukan secara bertahap dengan target sebanyak 300 juta alat suntik tahun 2021.

Kontrak pembelian alat suntik tersebut berasal United Nations Children’s Fund (UNICEF), yaitu lembaga bantuan kemanusiaan dan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, perseroan telah mendapatkan kontrak ekspor alat suntik sekali pakai kepada pemerintah Ukraina.

Direktur Utama Oneject Jahja Tear Tjahjana mengatakan, pengiriman perdana alat suntik kepada UNICEF ditargetkan 120 juta alat suntik dalam waktu dekat. Pengirimannya dilakukan bersamaan dengan pengiriman kepada Kementrian Kesehatan Ukraina sebanyak 30 juta alat suntik. Dengan demikian total ekspor mencapai 150 juta alat suntik senilai US$ 10,5 juta dalam waktu dekat.

“Pengiriman pesanan tahap pertama kepada UNICEF dan pemerintah Ukraina akan dilakukan secara bersamaan” ujarnya.  Terkait pesanan alat suntik perseroan oleh UNICEF, menurut dia, sebagai momen penting bagi Oneject. Apalagi produk alat suntik ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60%. Apalagi alat suntik ini nantinya dipasok ke berbagai negara berkembang untuk mendukung program vaksinasi global Covid-19.

Baca juga:
Memimpin Dengan Hati: Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020

“Dengan kapasitas sebesar 1,2 miliar alat suntik ADS dan safety needle per tahun, Oneject memastikan bahwa kebutuhan alat suntik untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia dan untuk kebutuhan lainnya terpenuhi. Bahkan, perseroan bisa meningkatkan ekspor alat kesehatan,” terangnya.

Dia menambahkan, perseroan juga berniat kembali untuk menambah kapasitas produksi jarum suntik secara bertahap menjadi 2 miliar alat suntik tahun 2022. “Penambahan kapasitas produksi hanya dengan menambah jumlah line mesin saja, karena bangunan pabrik baru saat ini sudah mengakomodasi untuk rencana penambahan tersebut, termasuk untuk produksi alat kesehatan lainnya” ungkapnya.

Sementara itu, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, saat ini Oneject masih mengimpor jarum suntiknya. Ke depannya, pasokan stainless steel diharapkan bisa dipasok dari Morowali. 

“Dengan demikian, local content alat suntik Oneject ini bisa naik menjadi 80% nantinya,” kata Luhut. Luhut mengatakan, pemerintah bertekad di masa pandemi ini, kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan sebanyak mungkin dibuat di dalam negeri. 

Baca juga:
Indonesia Waspadai Penyebaran Varian Baru COVID-19

Selain itu, Luhut mengapresiasi Oneject dan menyampaikan bahwa ekspor ADS tersebut merupakan langkah yang baik, di tengah upaya pemerintah mengkampanyekan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) serta mendorong ekspor produksi jadi.

“P3DN penting untuk dilakukan dan harus didukung oleh semua pihak guna meningkatkan kesempatan lapangan kerja di sektor ini dan mampu menghemat devisa bahkan meningkatkan ekspor yang berdampak bagi perekonomian nasional seperti yang dilakukan Oneject Indonesia ini,” ungkap Luhut.

From local to global. Ini adalah mimpi pemerintah, program pemerintah sebanyak mungkin yang bisa kita bikin dalam negeri,” ujarnya. Lewat keberhasilan ekspor alat suntik ini, Luhut berharap pada masa mendatang kebutuhan impor Indonesia akan menurun. Sebab, saat ini sebagian besar alat kesehatan dalam negeri pengadaannya memang dari produk impor. 

Oleh sebab itu, Luhut yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Timnas Penguatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menekankan, pentingnya dukungan semua pihak untuk pengembangan produk lokal. Ia mengatakan, dengan semakin berkembangnya produk lokal, maka tidak hanya akan merambah pasar lokal tetapi juga mencapai global. “Sehingga ini akan mampu menghemat devisa bahkan meningkatkan ekspor yang berdampak bagi perekonomian nasional, seperti yang dilakukan OneJect Indonesia saat ini,” kata dia. 

Baca juga:
Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama dan Serah Terima Jabatan di Lingkungan Ditjen Farmalkes

Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengapresiasi PT Oneject Indonesia yang telah berhasil mengekspor ADS ke UNICEF. Di lain sisi pemerintah berkomitmen mendukung perusahaan dalam negeri yang berorientasi ekspor. “Saya bangga Oneject bisa menjual produknya ke UNICEF, hal tersebut membuktikan perusahaan ini pasti memiliki tata kelola perusahaan yang bagus dan harga yang kompetitif,” kata Menkes.

Acara pelepasan ekspor perdana jarum suntik kepada UNICEF dan Ukraina digelar pada 26 Agustus 2021 di halaman PT. Oneject Indonesia, Cikarang. Dihadiri oleh Menko Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin, Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alkes Arianti Anaya beserta jajaran Kementerian Kesehatan RI.