Bali, 27 Mei 2022. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan L. Rizka Andalucia menghadiri pertemuan dan evaluasi pada Fasilitas Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) dalam rangka penyediaan bahan baku natural terstandar yang berkelanjutan. Pertemuan ini dilaksanakan di P4TO Kabupaten Tabanan Desa Baturiti Bali.

Dirjen Farmalkes hadir didampingi oleh Sekretaris Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dita Novianti, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Agusdini Banun, Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Sodikin Sadek serta Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Dina Sintia.

Dalam pertemuan ini, Dirjen mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan P4TO Kabupaten Tabanan. Dirjen menyampaikan kegiatan P4TO yang memproduksi bahan baku obat dari bahan alam menjadi bahan baku yang siap diproduksi untuk menjadi jamu, OHT ataupun fitofarmaka sangat bermanfaat, karena bahan baku obat harus mempunyai standar Cara Pembuatan Obat Tradisonal Yang Baik (CPOTB).

Baca juga:
Penguatan Pengawasan Alat Kesehatan dan PKRT di Daerah

“Karena bahan baku obat herbal adalah bahan yang menjadi kunci utama dari produksi obat herbal di Indonesia, alangkah baiknya jika kita konsentrasi ke produk bahan bakunya, sehingga UMKM atau produsen jamu memperoleh bahan baku yang sesuai dengan standar”, kata Dirjen.

Lebih lanjut Dirjen berpesan agar petani dapat dilibatkan dalam produksi bahan baku untuk bahan baku obat herbal. Diharapkan kedepannya P4TO Kabupaten Tabanan dapat meningkatkan memproduksi bahan baku sampai kepada ekstrak sehingga mengurangi ketergantungan bahan baku dari luar negeri atau bahkan bisa mengekspor produksinya. Selain itu, kegiatan pembinaan P4TO diharapkan dapat membina UMKM yang akan memproduksi obat herbal terstandar, membina bagaimana memilih bahan baku obat herbal yang baik dan bagaimana menjaga kualitas bahan baku obat yang baik hingga dapat digunakan sampai 2 tahun.

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►