Bertempat di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Kementerian Kesehatan sukses menyelenggarakan Health Innovation Festival (HAI Fest) 2025 pada 7–9 Desember 2025 dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61. Kegiatan ini diikuti oleh 73 booth pameran, termasuk booth Siaran Radio Kesehatan, Inovasi Kesehatan, Pelayanan Konsultasi Publik, serta Pelayanan Kesehatan, dan berhasil menarik kurang lebih 8.000 pengunjung.
Dengan mengusung tema “Innovate, Empower, Connect – Towards a Healthier Tomorrow. Generasi Sehat, Masa Depan Hebat, dengan SATUSEHAT”, HAI-Fest 2025 diselenggarakan untuk memperkuat keberlanjutan transformasi kesehatan melalui pameran, diseminasi dan edukasi inovasi serta produk kesehatan dalam negeri. Acara ini mempertemukan startup, industri, akademisi, pengguna layanan dan investor dalam satu ekosistem kolaboratif untuk mendorong kemandirian dan lahirnya inovasi transformatif.
HAI Fest 2025 juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan inovasi kesehatan nasional melalui pameran yang diselenggarakan, serta pemanfaatan pelayanan konsultasi publik sebagai sarana komunikasi dan pendampingan dalam pemberian informasi berbasis kebutuhan.
Selain itu, melalui kegiatan ini masyarakat juga dapat memperoleh pelayanan kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta berbagai edukasi dan informasi kesehatan melalui seminar yang disajikan dengan diskusi dan tanya jawab.
Melalui kegiatan pembukaan HAI Fest 2025 pada 8 Desember 2025, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan empati dan duka yang mendalam terhadap masyarakat Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana.
Prof. Dante menyampaikan bahwa di waktu yang sama, Menteri Kesehatan tengah mendampingi Presiden RI di Aceh dalam pemulihan pascabencana dengan mengupayakan layanan kesehatan tetap berjalan, pendistribusian logistik obat dan alat kesehatan, serta menggerakkan tenaga medis secara cepat dan terkoordinasi.
Lebih lanjut Wamenkes menekankan pentingnya menyiapkan generasi masa depan Indonesia. Saat ini terdapat 84 juta anak Indonesia yang akan memasuki usia produktif pada 2045. Menurutnya, Indonesia memiliki waktu sekitar dua dekade untuk memastikan generasi tersebut tumbuh sehat, kuat, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat global.
“Untuk memastikan potensi besar tersebut benar-benar menjadi kekuatan bangsa, pemerintah telah menetapkan berbagai langkah strategis dan program percepatan di bidang kesehatan,” kata Wamenkes.
Komitmen tersebut tercermin dalam capaian Program Hasil Cepat Terbaik yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 62 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota. Sementara itu, Program Pengentasan TBC berhasil menemukan lebih dari 750 ribu kasus baru, yang berdampak langsung pada penyelamatan ribuan nyawa dari kematian yang dapat dicegah. Selain itu, pemerintah juga telah membangun 66 rumah sakit berkualitas di berbagai daerah guna memperkecil kesenjangan layanan kesehatan antara pusat dan wilayah perifer.
“Ketika kesehatan menjadi prioritas, dan inovasi menjadi budaya, maka kemajuan bangsa bukan lagi cita-cita, melainkan kepastian,” ucap Wamenkes.

Pada momentum pembukaan HAI Fest 2025, Kementerian Kesehatan juga meluncurkan sebuah Whitepaper berjudul “Health is the New Wealth: The Role of the Health Sector in Building a Nation”. Melalui Whitepaper ini, Kementerian Kesehatan ingin menegaskan komitmen untuk membangun sebuah ekosistem kesehatan yang komprehensif mencakup dimensi teknologi, ekonomi, pendidikan, budaya, hingga lingkungan.
Dan lebih jauh lagi, Kemenkes berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi industri kesehatan nasional dalam kerangka ekonomi berbasis inovasi. Dengan hilirisasi ini Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga produsen, baik obat, alat kesehatan, hingga vaksin. Bukan hanya konsumen teknologi, tetapi juga pemilik dan pencipta teknologi itu sendiri.
Pameran HAI Fest 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera, didampingi Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan L. Rizka Andalusia selaku penasehat panitia Pameran.
“Mari kita jadikan Health Innovation Festival 2025 sebagai ruang pertemuan ide, inovasi, kolaborasi dan komitmen kita dalam membangun masa depan kesehatan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutup Wamenkes dalam sambutannya.




















