Pada tanggal 25 – 27 November 2021 Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes menyelenggarakan Evaluasi Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan dalam Upaya Menjamin Ketersediaan Obat, Vaksin dan Logistik Penunjang Vaksinasi Tahun 2021. Perlunya identifikasi permasalahan dan kendala yang dihadapi pada implementasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di tahun 2021 terutama obat dan vaksin yang diperuntukkan dalam penanganan COVID-19 dan sebagai ajang diskusi dan bertukar informasi sehingga mendapatkan solusi bagi permasalahan yang ada di masing-masing daerah merupakan tujuan dari penyelenggaran kegiatan ini.

Pertemuan dilakukan secara hybrid, secara luring dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ditjen P2P serta Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Sementara secara daring dihadiri oleh Penanggung Jawab Kefarmasian dari 34 Provinsi dan Kabupaten/Kota terpilih.

Baca juga:
Sosialisasi Keamanan dan Mutu Alkes dan PKRT

Melalui sambutannya, Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyampaikan bahwa dalam rangka implementasi Supply Chain Management yang baik, selain faktor ketersediaan, juga harus didukung dengan sistem dan sarana yang baik. Kedepannya percepatan penanggulangan pandemi melalui strategi terintegrasi yaitu deteksi, terapeutik, vaksinasi dan perubahan perilaku, dimana peran farmasi sangat besar dalam poin terapeutik dan vaksinasi. Dalam kegiatan ini, disampaikan beberapa materi dari beberapa pembicara antara lain Direktur Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Direktorat Pengembangan Sistem Katalog (LKPP).