
Beranda Profil Profil Pejabat

Perempuan kelahiran Surabaya ini dilantik sebagai Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan pada tanggal 15 Desember 2021. Sebelum menjabat sebagai Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, beliau menjabat sebagai Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif serta pernah pula menjabat sebagai Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan. Peraih gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada ini juga pernah menjadi juru bicara vaksinasi Covid-19 oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Perempuan kelahiran Lamongan ini menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan sejak tahun 2026. Beliau meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga, menyelesaikan Post Graduate Diploma in Health Management for Tropical Countries di Swiss Tropical Institute, mendapatkan gelar Master of Arts in Health Management, Planning and Policy dari University of Leeds (Inggris), serta menyandang gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari National Cheng Kung University (Taiwan). Sebelum menduduki posisinya saat ini, beliau memiliki rekam jejak dan pengalaman ekstensif dalam manajemen sumber daya manusia kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan RI, di antaranya pernah menjabat sebagai Direktur Penyediaan SDM Kesehatan (2025-2026), Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan (2022-2025), serta Ketua Bidang Pendayagunaan SDM Kesehatan Luar Negeri.

Perempuan kelahiran Teluk Betung ini menjabat sebagai Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 Farmasi dan Profesi Apoteker di Universitas Padjadjaran, serta meraih gelar Magister Farmakologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum menduduki posisi saat ini, beliau memiliki pengalaman penugasan strategis pada tahun 2022 sebagai Project Management Officer (PMO) Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, serta tergabung dalam Tim Pengembangan Vaksin dan Produk Biologi.

Perempuan kelahiran Rangkasbitung ini dilantik sebagai Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi pada tanggal 21 Desember 2023. Sebelumnya lulusan S1 Farmasi, Apoteker dan Magister Manajemen Universitas Padjajaran Bandung ini menjabat sebagai Direktur Pelayanan Kefarmasian dan Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan. Penghargaan terakhir yang diterima adalah Bhakti Karya Husada Dwi Windu (16 Tahun).

Perempuan kelahiran Jakarta ini mendapatkan gelar Sarjana Farmasi dan Apoteker dari Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Magister Administrasi Rumah Sakit dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, serta gelar Doktor Program Studi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Universitas Gadjah Mada. Sebelum menjabat sebagai Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi beliau merupakan Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian serta sebelumnya Sekretaris Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Pria kelahiran Cianjur ini menjabat sebagai Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan sejak tahun 2026. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan serta S2 Keperawatan Komunitas di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, dan meraih gelar Magister Hukum Kesehatan dari Universitas Islam Bandung (UNISBA). Sebelum menduduki posisi saat ini, beliau memiliki pengalaman kepemimpinan sebagai Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Kepala Bagian APTLHP Itjen Kemenkes, serta Dewan Pengawas di berbagai rumah sakit vertikal Kemenkes.

Perempuan Kelahiran Jakarta ini merupakan lulusan S1 Farmasi Universitas Hasanuddin dan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Direktur Pengawasan Alat Kesehatan, beliau menduduki jabatan Kepala Pusat Riset dan Kajian Obat dan Makanan serta Pengawas Farmasi dan Makanan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan. Penghargaan terakhir yang diterima adalah Satyalancana Karya Satya XX Tahun.