Di tengah pandemi COVID-19 dan situasi adaptasi kebiasaan baru, sangat penting menjaga sistem imun tubuh. Upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui penerapan Protokol Kesehatan, serta konsumsi makanan dan minuman yang sehat, salah satunya adalah jamu. Jamu merupakan warisan budaya bangsa Indonesia berupa ramuan bahan tanaman obat yang mempunyai khasiat/manfaat bagi kesehatan dan telah digunakan secara turun menurun serta dikembangkan dari generasi ke generasi. Jamu menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, memberikan manfaat dan menjadi kebanggaan sebagai bagian dari identitas bangsa. Jamu memiliki 3 (tiga) dimensi manfaat yaitu manfaat kesehatan, ekonomi dan sosial budaya.

Saat ini kecenderungan masyarakat untuk menggunakan obat tradisional atau konsep “back to nature” dalam mengatasi pandemi COVID-19 perlu didukung dan dilestarikan. Jamu dapat mendukung upaya promotif preventif, dengan minum jamu secara rutin dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran keluarga, serta menjaga sistem imun kita sehingga dapat menekan biaya kesehatan. Namun penggunaan/konsumsi jamu harus benar agak efek yang diharapkan optimal.

Baca juga:
Mengapa Alkes Indonesia Belum Mandiri?

Ditjen Farmalkes melalui Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu dan Bermanfaat dalam rangka Mendukung Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banyuwangi pada 09 s.d. 11 Desember 2021. Kegiatan ini melibatkan 4 orang bagian Kefarmasian dan bagian Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, 30 orang pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Yang perlu diperhatikan oleh para pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR) maupun masyarakat adalah bagaimana penggunaan jamu agar dapat memenuhi persyaratan kesehatan, yang aman dikonsumsi, terutama dalam aspek kebersihan (higiene dan sanitasi) dalam pembuatan jamu. Melalui kegiatan ini, pelaku UJG dan UJR maupun masyarakat diharapkan dapat menerapkan penggunaan pengolahan jamu yang memperhatikan kebersihan dan kesehatan, serta masyarakat dapat mengetahui manfaat jamu bagi kesehatan dan kebugaran keluarga.

Baca juga:
Pembekalan Calon Pegawai Negeri Sipil untuk Menghadapi Transformasi Kesehatan

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ini juga menyelenggarakan vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kabat Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, melibatkan 50 orang vaksinator dan 20 orang tim pengaman di wilayah Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah total masyarakat yang divaksin mencapai 1995 orang.

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►