Yogyakarta (14/11/18), Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan-Dra. Engko Sosialine, Apt., M.Biomed membuka secara resmi ”Pertemuan Advokasi dan Pendampingan Wilayah Binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan”. di Grand Ambarukmo Hotel – Yogyakarta.

Dijelaskan sebelumnya oleh Sesditjen Farmalkes-drg. Arianti Anaya, M.K.M, selaku Ketua Panitia bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pencapaian 3 target prioritas pembangunan kesehatan sesuai Rencana Aksi Daerah akan dibahas kembali pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Program (RAKORPOP 2018) pada 22-24 November 2018 mendatang.

Melalui Pertemuan ini ditargetkan menghasilkan perbaikan bagi pencapaian target prioritas kesehatan tahun 2018 di 5 Provinsi Wilayah Binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, sehingga mendorong tercapainya keberhasilan pembangunan kesehatan.
Peserta pertemuan adalah Kepala Dinas Kesehatan dan tim dari 5 Provinsi Binaan Wilayah Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Bengkulu, Kalimantan Utara, D.I. Yogyakarta, Bali, dan Kepulauan Riau), perwakilan dan Pejabat unit utama terkait di Kementerian Kesehatan, dan Sekretariat Ditjen Kefarmasian dan Alkes selaku koordinator pembina wilayah.
Pembahasan melalui diskusi dan tanya jawab langsung dengan Nara sumber antara lain Direktur P2PML-dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes. dan Kepala Pusat Data dan Informasi-Dr. Drh. Didik Budijanto, M.Kes.
Konsolidasi dan validasi data dilakukan dengan metode penyajian materi oleh perwakilan dari Provinsi yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya sebelumnya (13/11/18), serta dilakukan pembahasan dengan Direktorat terkait seperti Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, serta Pusat Data dan Informasi, dan penyampaian materi dari Pusat Analisis Determinan Kesehatan.
Seluruh Dinas Kesehatan Provinsi Wilayah Daerah Binaan menyampaikan matriks Rencana Aksi Daerah sesuai amanat Rakerkesnas 2018 pada April 2018 lalu, yaitu: 1. Percepatan Eliminasi Tuberkulosis dengan pokok bahasan: Missing Cases, Compliance dan MDR-TB; 2. Penurunan Stunting dengan pokok bahasan: Pencegahan dan Intervensi; 3. Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi dengan pokok bahasan: Peningkatan Cakupan, Peningkatan Mutu Imunisasi dan Penguatan Surveilans.
Pelaksanaan Pendampingan Tahun 2018 untuk daerah binaan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan menggunakan pola pengamatan data kegiatan secara berjenjang untuk mencapai target yang telah ditetapkan sesuai Rencana Aksi Daerah dilaksanakan secara simultan disetiap wilayah Daerah Binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan yang dipantau secara rutin oleh seluruh Direktorat terkait di lingkungan Kementerian Kesehatan, dan hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi bersama yang dikoordinasikan oleh Koordinator Pembina Wilayah.