Batam (30/10/18), Dalam menyelenggarakan upaya pembinaan wilayah dalam rangka percepatan pencapaian target prioritas kesehatan tahun 2018, yaitu eliminasi TB, penurunan stunting dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi melalui penerapan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), dilaksanakan pertemuan Advokasi dan Pendampingan Wilayah Binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau.

Pertemuan Advokasi dan Pendampingan Wilayah Binaan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau beserta jajarannya serta perwakilan dari seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayah Kepulauan Riau. Selain itu dihadiri pula oleh peserta pusat para pemegang program indikator keluarga sehat (IKS) dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) seperti Ditjen Yankes, Ditjen P2P, Ditjen Kesmas, Pusat Data dan Informasi serta Sekretariat Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan selaku Koordinator Wilayah. Pertemuan ini dilaksanakan selama tiga hari efektif pada tanggal 30 Oktober 2018 s.d. 1 November 2018.
Implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dapat menunjang daerah dalam memenuhi target Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Untuk itu, diperlukan penguatan pelaksanaan PIS-PK dengan memperjelas definisi operasional indikator sehingga sejalan dengan definisi program, meningkatkan cakupan pendataan, serta memanfaatkan hasil analisis data PIS-PK dalam intervensi manajemen puskesmas.

Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau telah melaksanakan peran-peran sebagaimana dicantumkan dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi, Percepatan Eliminasi TB, serta Pencegahan dan Intervensi Stunting, sebagai amanat Rakerkesnas 2018. Untuk itu, diperlukan penguatan peran masing-masing sehingga mendorong percepatan pencapaian target di tahun 2018.