Kendal, 27 Agustus 2022. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meresmikan fasilitas produksi dan peluncuran perdana alat kesehatan elektromedik Mindray produksi dalam negeri di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Menkes menyampaikan terlepas dari situasi pandemi COVID-19 saat ini, tantangan sektor kesehatan masih sangat besar. “Saat ini kita menghadapi triple burden of diseases atau beban tiga penyakit yang muncul secara bersamaan”, kata Menkes.

Ketiga beban penyakit tersebut adalah prevalensi penyakit tidak menular secara cepat, angka penyakit menular yang masih relatif tinggi, serta munculnya fenomena ragam penyakit infeksi baru yang berevolusi dari penyakit lama. Hal tersebut perlu perhatian besar, karena menjadi beban utama pembiayaan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Untuk penanganan masalah kesehatan ini, diperlukan dukungan ketersediaan alat kesehatan yang aman, bermutu, dan bermanfaat, serta tentunya terjangkau harganya”, lanjut Menkes.

Dalam upaya resiliensi/ketahanan alat kesehatan, Kementerian Kesehatan fokus pada percepatan produksi alat kesehatan dalam negeri. Industri alat kesehatan di Indonesia diharapkan juga dapat memanfaatkan bahan baku lokal dan meningkatkan penggunaan bahan baku dan komponen dalam negeri, sehingga dapat terwujud ketahanan mulai dari hulu sampai hilir di dalam negeri.

Baca juga:
Business Matching P4TO-PED : Dorong Kemandirian Bahan Baku Sediaan Farmasi untuk Mewujudkan Kemandirian Bahan Baku Natural

Alat kesehatan produksi dalam negeri yang telah memiliki izin edar yang tentunya memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan kemanfaatan, diharapkan memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri, dan kemudian dapat bersaing secara global, di pasar ekspor. Untuk itu, industri alat kesehatan harus memiliki kualitas yang memenuhi standar global.

Menkes didampingi oleh Direktur Produksi Alat Kesehatan Sodikin Sadek dan Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Agusdini Banun Saptaningsih menyampaikan ingin menargetkan 60% produksi alat kesehatan dalam negeri menggunakan komponen lokal.

“Kalau sekarang masih ada beberapa komponen dari luar negeri tidak apa-apa. Tapi kita tidak bisa melakukan ini terlalu lama. Keinginan kita sekitar 50-60% alat kesehatan dan obat-obatan dari hulu sampai ke hilir harus dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri,” kata Menkes.

Baca juga:
Farmalkes Fokuskan Produksi Bahan Baku Obat Herbal Terus Ditingkatkan

Menkes menyebutkan target tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa alat kesehatan di Indonesia baik yang sudah jadi maupun bahan bakunya masih didominasi impor.

Dikatakan Menkes dukungan dari para produsen dan UMKM sangat penting guna mewujudkan kemandirian bangsa di bidang kesehatan. Salah satunya yang dilakukan oleh PT. D&V International Makmur Gemilang yang bekerjasama dengan PT. Mindray Medical Indonesia untuk memproduksi alat kesehatan elektromedik dalam negeri.

“Saya menyambut baik atas upaya kerja sama joint venture/alih teknologi yang dilakukan oleh PT. D&V International Makmur Gemilang dan PT. Mindray Medical Indonesia”, kata Menkes.

Joint venture/alih teknologi merupakan salah satu metode yang bisa dilakukan untuk percepatan pengembangan industri alat kesehatan di Indonesia dan hal ini bisa diikuti dengan produk-produk alat kesehatan elektromedik lainnya yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan, termasuk alat kesehatan dengan teknologi menengah – tinggi, untuk dapat mendorong pencapaian ketahanan dan kemandirian alat kesehatan di Indonesia, pemenuhan kebutuhan alat kesehatan di Indonesia, serta menempatkan Indonesia dalam rantai pasokan global.

Baca juga:
Menkes RI Buka Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional di Tanjungpinang

Menkes berharap dengan adanya produk dalam negeri, dapat memberikan layanan kesehatan dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu Menkes juga menghimbau agar para pengguna alat kesehatan seperti rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, untuk mulai beralih memakai alat kesehatan dalam negeri.

“Dengan menggunakan alat kesehatan dalam negeri maka kita telah ikut berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia dalam memajukan dan mengembangkan industri alat kesehatan dalam negeri serta menguatkan daya saing ekonomi baik secara nasional maupun global”, ujar Menkes.

Pada kesempatan lainnya, Menteri Kesehatan beserta Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian serta Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan juga melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi bahan aktif anti oksidan Astaxanthin Evergen Resources. Melalui kunjungan ini, Menkes mendorong peningkatan riset dan pengembangan teknologi bio-medical science untuk mempercepat upaya transformasi kesehatan di Indonesia.

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►