Dalam rangka transformasi sistem kesehatan di Indonesia, salah satu agenda yang tengah dilakukan Kementerian Kesehatan adalah meningkatkan ketahanan kefarmasian melalui peningkatan produksi dalam negeri top 10 obat by value yang mencakup riset, uji klinik, produksi, dan pemenuhan kebutuhan obat dan bahan baku obat. Salah satunya adalah pengembangan bahan baku obat Parasetamol. Parasetamol adalah obat yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia dengan permintaan sebesar 9.000 ton per tahun.

Pengembangan bahan baku obat Parasetamol dalam negeri memiliki potensi untuk dikembangkan dari hulu ke hilir. Berkaitan dengan hal tersebut, telah dijajaki kerja sama antara PT. Kimia Farma dengan China Sinopharm International Corporation untuk memperoleh suplai Para Aminophenol (PAP) impor.

Baca juga:
Pentingnya Spesialisasi Apoteker dalam Mengoptimalkan Pelayanan Farmasi Klinik di Rumah Sakit

Sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan pada tanggal 23 Oktober 2022 yang dihadiri oleh Direktur Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan (KGTK), Pimpinan PT. Kimia Farma Tbk, Pimpinan PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, dan Tim Kerja Pengembangan dan Fasilitasi Hilirisasi Bahan Baku Obat Kimia dan Obat Kimia Dalam Negeri.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, pada 28 November 2022 dilakukan penandatanganan MoU antara China Sinopharm International Corporation dengan PT. Kimia Farma tentang kerjasama dalam hal riset, lisensi, impor-ekspor, produksi, dan distribusi termasuk kerjasama dalam pengembangan Parasetamol.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Keseahatan L. Rizka Andalucia, hadir secara virtual menyampaikan bahwa Kemenkes mendukung dan berharap dengan disepakatinya Nota Kesepahaman ini dapat memperkuat kerjasama antara negara China dan Indonesia, serta meningkatkan ketahanan sektor farmasi dan alat kesehatan.

Baca juga:
Kawal Percepatan Kemandirian Kefarmasian dan Alat Kesehatan di Indonesia, Ditjen Farmalkes Pantau Progres Pengembangan Bahan Baku Obat Kimia, Produk Biologi, Fitofarmaka, Vaksin dan Alat Kesehatan Dalam Negeri

โ€œKemenkes terus berupaya mencapai ketahanan farmasi nasional untuk Parasetamol secara end-to-end melalui kolaborasi dalam penguasaan proses hulu ke hilir yang dilakukan secara lokal. Untuk mempercepat hal tersebut, Kemenkes menggandeng akademisi, industri kimia, industri API, mitra pemerintah, dan masyarakat, dengan target pemenuhan kebutuhan nasional mulai tahun 2024โ€, kata Dirjen.

iklan โ“˜ โ–บ

iklan โ“˜ โ–บ

iklan โ“˜ โ–บ

iklan โ“˜ โ–บ

iklan โ“˜ โ–บ

iklan โ“˜ โ–บ