Industri alat kesehatan dalam negeri merupakan sektor industri potensial dalam mewujudkan salah satu pilar transformasi bidang kesehatan, yaitu ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan. Untuk itu, Direktorat Penilaian Alat Kesehatan dan PKRT Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan melakukan langkah nyata untuk mendukung pencapaian Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri melalui pelaksanaan “Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan” back to back “Pameran Virtual Alat Kesehatan Dalam Negeri dan Business Matching.

Sebagai implementasi amanat Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan untuk pencapaian kemandirian sediaan farmasi dan alat kesehatan, diselenggarakanlah kegiatan ini yang dimaksudkan untuk menyampaikan secara luas terkait informasi produk alat kesehatan yang sudah diproduksi di Indonesia, serta hasil penelitian dan inovasi alat kesehatan karya anak bangsa. Forum ini dilaksanakan bersamaan dengan Pameran Virtual Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri dan Business Matching pada 30 Agustus – 1 September 2021, yang menggunakan metode penyelenggaraan secara hybrid – virtual (daring) dan fisik (luring) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga:
Pelaku UJG UJR Ikuti Sosialisasi Penggunaan Jamu

Dalam laporannya, Plt. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Arianti Anaya menyampaikan “Pertumbuhan industri alat kesehatan berkembang kondusif tetapi tentunya masih perlu dilakukan upaya-upaya percepatan khususnya dalam rangka penanganan pandemi Covid-19”. 

Pengembangan kemandirian industri alat kesehatan membutuhkan suatu forum yang melibatkan para stakeholder alat kesehatan di Indonesia untuk membahas strategi dan solusi agar terjadi ekosistem alat kesehatan nasional yang unggul.

Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan back to back Pameran Virtual Alat Kesehatan Dalam Negeri dan Business Matching ini bertujuan untuk:

  • Mendorong kemandirian alat kesehatan dengan indikator TKDN yang efektif;
  • Membahas strategi untuk percepatan penyerapan produk alkes dalam negeri, berdasarkan data nasional kemampuan dan kapasitas industri Alkes yang sudah ada saat ini: spesifikasi, kualitas, dan kapasitas;
  • Membahas isu-isu kebijakan strategis dan kemajuan dalam kebijakan kemandirian alat kesehatan, di masa pandemik Covid-19 dan pasca pandemik;
  • Memantau pengembangan kemandirian produk-produk Alkes secara sistematis dengan mempertimbangkan Readiness Level;
  • Memberikan masukkan untuk Penyusunan Rumusan Strategi dan Solusi agar Ekosistem Alat Kesehatan Nasional yang Unggul dapat semakin meningkatkan Daya Tahan Kemandirian Alat Kesehatan Nasional di tengah Pandemi Global saat ini; 
  • Memberikan masukkan terhadap upaya inventarisasi atas segala Potensi dan Kendala pada setiap tahapan dari Hulu hingga Hilir di Industri Alat Kesehatan Nasional.
Baca juga:
Peningkatan Akses, Kemandirian dan Mutu Kefarmasian dan Alat Kesehatan guna Mencapai Tujuan Peningkatan Sumber Daya Kesehatan

Pameran Virtual Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri dan Business Matching yang diselenggarakan menampilkan produksi serta perkembangan teknologi dan inovasi alat kesehatan dalam negeri, yang bertujuan untuk mengenalkan produk dalam negeri yang telah berdaya saing dan untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri oleh masyarakat menuju kemandirian alat kesehatan di Indonesia.

Pameran virtual ini diikuti oleh 113 booth partisipan yang terdiri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian dan Lembaga lain, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta, pengelola technopark, perguruan tinggi, organisasi profesi, asosiasi industri, rumah sakit dan industri Alat Kesehatan.

Forum Nasional Kemandirian Dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan back to back Pameran Virtual Alat Kesehatan Dalam Negeri dan Business Matching dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan peserta melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian dan Lembaga lain yang terkait, pengelola technopark dan perguruan tinggi, serta pelaku industri yang tergabung di berbagai asosiasi dan para undangan. Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan “Saya berharap, dengan melihat kebutuhan alat kesehatan yang semakin meningkat, ini merupakan kesempatan bagi industri alat kesehatan dalam negeri untuk lebih agresif membangun kapasitas untuk memproduksi alat kesehatan dalam negeri”.

Baca juga:
Gunakan Alkes Dalam Negeri