1st G20 Health Ministers Meeting (HMM) dan 1st G20 Joint Finance and Health Ministers Meeting (JFHMM)

204

Sebagai salah satu rangkaian Presidensi G20 Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan 1st G20 Health Ministers Meeting (HMM) di Yogyakarta pada tanggal 20 Juni 2022. Pertemuan tersebut diawali dengan opening remarks dari Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin, yang menyampaikan agenda pembahasan yaitu “Penguatan Arsitektur Keshehatan Global”. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adanom Ghebreyesus.

Pendemi menyadarkan kita akan kebutuhan sistem kesehatan global yang kuat, pendanaan yang sustain dan terjalinnya jejaring platform berbagi data yang terpercaya untuk menghadapai ancaman kesehatan di masa yang akan datang. Guna mendukung Penguatan Arsitektur Kesehatan Global, Kementerian Kesehatan mengangkat 3 isu prioritas pembahasan pada Health Working Group (HWG), antara lain:

  1. Memperkuat ketahanan sistem kesehatan global;
  2. Menyelaraskan standar protokol kesehatan global;
  3. Memperluas pusat manufaktur dan riset global untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi (PPR).
Baca juga:
Dirjen Farmalkes Tinjau Kesiapan DI Yogyakarta Dalam Menghadapi Puncak Gelombang Varian Omicron

L. Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan sebagai Chair Health Working Group (HWG) isu prioritas ke-3 turut memberikan remarks tentang pemerataan akses terhadap vaksin, terapeutik dan diagnostik (VTD) di seluruh negara yang menjadi salah satu masalah dan kesulitan saat pandemi COVID-19. Pengembangan dan manufaktur VTD saat ini masih didominasi negara maju terutama pada teknologi terbaru seperti vaksin mRNA.

Pada HWG isu ke-3, dibahas terkait peningkatan kapasitas global untuk manufaktur dan riset VTD sebagai jaminan kesetaraan regional dan global. Beberapa negara berkembang (seperti Argentina, Brazil, India, Afrika Selatan dan Indonesia) berkeinginan untuk membangun ekosistem kolaboratif pusat manufaktur dan riset VTD untuk memperkuat resiliensi kesehatan global dengan kemudahan dalam transfer teknologi, dukungan pada regulasi terutama ketika situasi darurat.

Baca juga:
Pelantikan Pejabat Tinggi Madya, Jabfung Ahli Utama & Pengukuhan Dewas Satker BLU di Kemenkes RI

Rizka juga mengajak para negara anggota G20 dan organisasi internasional untuk menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif ini untuk menjamin kesetaraan akses dan pengembangan VTD di seluruh dunia, serta mengundang untuk dapat turut hadir dan berdiskusi aktif pada pertemuan Health Working Group (HWG) ke-3 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Agustus 2022 di Bali.

Sebagai bentuk promosi pertemuan HWG-3, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan ikut bergabung pada pameran pada kegiatan 1st HMM selama dua hari (20-21 Juni 2022) serta meminta masukan pada isu “Memperluas pusat manufaktur dan riset global untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi (PPR)” dan dukungan dari negara anggota G20 yang bertujuan untuk mempersiapkan pembahasan aktif pada bulan Agustus 2022 di Bali.

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►