Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58 tahun 2022 dengan tema “Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku”, Kementerian Kesehatan melalui Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan menyelenggarakan Pameran Pembangunan Kesehatan untuk Mendukung Transformasi Sistem  Kesehatan, khususnya agenda transformasi Pilar Ke-3.

Mengusung tema Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan Dalam Negeri untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan, Pameran Pembangunan Kesehatan dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman serta perwakilan dari Gubernur Banten.

Pameran Pembangunan Kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) telah dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2015. Pada tahun 2020-2021, pameran ini diselenggarakan secara virtual karena pandemi COVID-19, akhirnya pada tahun 2022 Kementerian Kesehatan melalui Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan dapat kembali menyelenggarakan Pameran Pembangunan Kesehatan dalam rangka HKN Ke-58 secara tatap muka di ICE BSD Tangerang pada 3-5 November 2022.

Dalam laporannya, Dirjen Kefarmasian dan Alkes L. Rizka Andalucia menyampaikan, secara khusus Pameran Pembangunan Kesehatan tahun ini menampilkan inovasi-inovasi produk Kesehatan karya anak bangsa. “Pameran tahun ini menunjukkan kebangkitan industri farmasi dan alat kesehatan yang begitu besar kemajuannya setelah kita semua berjuang dalam mengatasi pandemi COVID-19” kata Dirjen.

Baca juga:
Pra Rakonas Farmalkes 2022

Pameran yang digelar secara gratis untuk masyarakat ini menyelenggarakan kegiatan promosi kesehatan serta program Kementerian Kesehatan dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait hidup sehat. Diantaranya dengan penyelenggaraan berbagai talkshow, lomba serta layanan pemeriksaan gratis untuk masyarakat seperti pemeriksaan gula darah, vaksinasi COVID-19, pemeriksaan ankle brakial, terapi akupuntur, donor darah, pemeriksaan mata, dan lainnya.

Pameran ini menampilkan 469 booth yang mencerminkan inovasi dan teknologi kesehatan karya anak bangsa. Diikuti oleh 118 industri alat kesehatan dan 24 industri perbekalan kesehatan rumah tangga, 34 industri farmasi dan bahan baku, 25 industri usaha pengobatan tradisional, 11 industri kosmetik dan 9 industri nakanan, 11 organisasi profesi, 13 rumah sakit vertikal, 5 penyelenggara sistem elektronik farmasi, Poltekekes, BPOM, BUMN, Dinas Kesehatan, Kemenperin, Kominfo, serta program unggulan kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, diselenggarakan juga aktivitas business matching yang mempertemukan para pelaku bisnis untuk mengembangkan bisnis dan membuka peluang investasi industri dalam negeri. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 90 pihak yang berasal dari industri bahan baku obat dan alat kesehatan, farmasi (formulasi), alat kesehatan, Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO), Fitofarmaka/UKOT/UMOT, peneliti, serta fasilitas pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, dan mitra luar negeri.

Baca juga:
Percepat Pengembangan Vaksin Dalam Negeri, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Selenggarakan Pertemuan Pemetaan Pengembangan Vaksin Dalam Negeri

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin menyampaikan ingin menargetkan 50% obat dan alat kesehatan dapat diproduksi di dalam negeri pada akhir tahun 2023 guna implementasi pilar tiga transformasi sistem kesehatan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya penyerahan Surat Persetujuan Perubahan (SPP) bahan baku dari BPOM ke industri farmasi yang sudah lakukan change source dari Bahan baku obat impor ke bahan baku lokal.

“Kita ingin memastikan bahwa semua vaksin, obat dan alkes sekurangnya 50% bisa diproduksi di dalam negeri. Tadi kita sudah melihat penandatanganan MoU dari produk yang bahan baku obatnya tadinya impor, kita sudah dorong agar dapat membeli bahan baku dalam negeri.” kata Menkes.

Lebih lanjut Menkes menyampaikan bahwa dibutuhkan komitmen yang kuat tidak hanya dari pemerintah, namun juga dari pelaku sektor industri. Untuk itu pihaknya akan memberikan insentif bagi industri untuk dapat membangun vaksin dan alat kesehatan di dalam negeri.

Baca juga:
Ditjen Farmalkes Terus Mengawal Progress Pengembangan 10 Bahan Baku Obat Kimia

Komitmen lainnya adalah ditandai dengan mampunya industri Indonesia memproduksi vaksin dengan teknologi mRNA. Menurut Menkes, ke depannya teknologi ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecepatan indonesia dalam merespons pandemi selanjutnya.

Menkes Berharap semua pihak dapat membantu mewujudkan upaya transformasi kesehatan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui kegiatan Pameran Pembangunan Kesehatan ini juga diselenggarakan berbagai rangkaian kegiatan launching beberapa program inovasi yang mendukung agenda transformasi dan penyerahan penghargaan antara lain Penghargaan Karya Anak Bangsa di bidang Farmasi dan Alat Kesehatan, Penyerahan SPP bahan baku dari BPOM ke Industri Farmasi yang telah selesai change source, Penandatangan MoU antara industri farmasi formulasi dan bahan baku, launching Kamus Farmasi dan Alat Kesehatan, Dashboard & Flipbook Profil Tenaga Kesehatan 2022, Uji Coba INA Grouper Rawat Inap untuk Pembayaran Klaim JKN pada FKRTL, Maskot Transformasi Kesehatan, dan lain-lain.

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►

iklan ⓘ ►