Jakarta, 28 Oktober 2026
Serah terima jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan organisasi sekaligus mempercepat transformasi kesehatan. Pergantian kepemimpinan diharapkan tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga mendorong organisasi melangkah lebih maju dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan di Jakarta, Rabu (28/10), Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Eka Purnamasari atas kontribusi dan berbagai capaian bagi kemajuan organisasi. Ia juga menyampaikan selamat bertugas kepada Roy Himawan yang menerima amanah sebagai Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi.
Secara khusus, L. Rizka Andalusia menekankan tiga prioritas bagi Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, yaitu menjamin ketersediaan obat, vaksin, dan bahan medis habis pakai; mengakselerasi pemanfaatan produk farmasi dalam negeri; serta meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kefarmasian yang efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Empat Fokus Kepemimpinan
Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan menegaskan bahwa tantangan sektor farmasi dan alat kesehatan semakin kompleks. Karena itu, seluruh jajaran perlu memastikan program prioritas Kementerian Kesehatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ada empat hal yang menjadi penekanan dalam menjalankan kepemimpinan. Pertama, menjaga kesinambungan sekaligus mempercepat penyelesaian program prioritas agar pergantian kepemimpinan tidak menghambat pencapaian target yang telah ditetapkan.
Kedua, memperkuat kolaborasi dan integrasi lintas unit. Transformasi kesehatan membutuhkan kerja bersama dan sinergi antarsatuan kerja agar setiap program dapat berjalan secara terpadu.
Ketiga, menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan program. Setiap kebijakan, penggunaan anggaran, dan pelaksanaan kegiatan harus dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keempat, membangun kepemimpinan yang berorientasi pada hasil dan dampak. Keberhasilan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau terserapnya anggaran, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat.

Tiga Prioritas Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi
Secara khusus, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan menekankan tiga prioritas bagi Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi.
Prioritas pertama adalah menjamin ketersediaan obat, vaksin, dan bahan medis habis pakai melalui penguatan perencanaan, distribusi, dan pemantauan untuk mengantisipasi risiko kekosongan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Prioritas kedua adalah mengakselerasi pemanfaatan produk farmasi dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.
Prioritas ketiga adalah meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kefarmasian agar semakin efektif, efisien, serta berorientasi pada keselamatan pasien.
Seluruh prioritas tersebut diharapkan segera diterjemahkan menjadi langkah konkret dengan target dan hasil yang terukur.
Kepemimpinan yang Menghadirkan Dampak Nyata
Menutup sambutannya, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, dan memastikan program prioritas dapat diselesaikan dengan baik.
Momentum serah terima jabatan diharapkan menjadi dorongan untuk bekerja lebih cepat, mengelola program secara lebih akuntabel, serta menghadirkan dampak yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

“Salam Sehat, Semangat Transformasi,” menjadi pesan penutup yang menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan amanah dan mendukung transformasi kesehatan nasional.




















